Senin, 22 Agustus 2022

Taqwa dan Silaturahmi

 Alhamdulilah dalam kesempatan ini kita masih diberi Panjang umur oleh Alloh SWT, semoga langkah kita masing masing menju tempat yang mulia ini mendapat ampunan dan rido dari Alloh, mari kita sama sama meningkatkan ketaqwaan kita kepada Alloh SWT, Ah intisanul awami wajtinabu nawahi ”mengikuti apa yang diperintahkan alloh dan rosul nya menjauhi apa yang dilarag oleh Alloh dan rosulnya". Dengan taqwa kita akan selamat duunya dan akherat, dengan taqwa yakin kita akan dibahagaikan dunya dan kahirat, dan dengan taqwa alloh menjanjikan dalam al-quran “aljannatu u I’dat lil muttaqo” surgA disediakan bagi orang orang yang selalu taqwa kepada alloh swt. Ayat yang tadi merupakan satu ajakan kepada kita, bahwasanya kita dianjurkan untuk melaksanakan perintah Alloh yaitu silaturahim. Bahkan rosululloh memberikan gambaran kepada kita semua tiga hal yang akan mengangkat derajat kita, yang pertama yang sesuai dengan alquran tadi “wattaqulloha ladzi tasaaluna bihi wal arham” bertaqwalah kalian semua kepada alloh dan jaga silaturahim. 
 Dengan silaturahim yakin kita pun akan diangkat derajat oleh alloh swt sesuai dengan sabda baginda rosul yaitu man ahaba ayuhsatulahu firizkihi wain sya atulahu fi umurihi "barang siapa yang cinta silaturahim, maka Alloh akan mudahkan rizkinya dan barang siapa yang rajin silaturahim maka alloh akan panjangkan umurnya” Bukankankah kita mungkin pernah mendengarkan dari guru guru kita ustad ustad kita bahwa ada seorang sahabat dijaman kanjeng Nabi Sulaeman a.s selama tiga hari sahabat terebut selalu dikitui kucing kemana sahabat itu pergi maka kucing itupun selalu mengikuti sahabat pergi ke kamar ikut, sahabat nabi sulaeman pergi makan kucing pun ikut, sahabat nabi sulaeman tidur kucingpun ikut. Selama tiga hari terus terusan dikejar kejar sama kucing. Hatinya bertanya tanya ada apa ini saya selama tiga hari dikejar kejar kucing terus. Kemudian sahabat nabi sulaeman datanglah kepada nabialloh Sulaeman a.s “ Assalamualaika ya nabiyalloh alaihi salam", "Ada apa sahabat?" kata nabi sulaeman. “ Begini ya rosulalloh saya ini selama tiga hari tiga malam selalu dikejar kejar kucing kamana saya pergi kucing oun selalu ikut” apa kata nabi sulaeman “Oh berarti kamu umur tinggal 3 hari lagi" , kalo kata orang sekarang mungkin nabi Sulaeman itu punya indra ke 6. Begitu mendengarkan kata nabi sulaeman umurnya tinggal tiga harilagi, maka sahabat nabi Sulaeman pulanglah ke rumahnya, bahkan dalam kitab Qisosul Anbiya dijelaskan sohabat nabi Sulaeman itu silaturahminya itu tujuh qoriyah setiap kampung setipa orang yang bertemu dengannya selalu biasa silaturahim karena sudah sadar dia akan meninggal 3 hari lagi. Setelah tiga hari dia masuk ke rumah lalu dia mentalqinkan diri sendiri bahwa dirinya akan meninggal hari itu “lailahaillaloh sulaeman rosululloh lailallahaillaloh” ternyata sehari dua hari tiga hari sampai satu minggu dia tidak meninggal akhirnya singkatnya dia dating kepada nabi sulaeman alaihi salam, kalo pertama kali dating dia mengucapkan salam, kali ini saking kesalnya dan jengkel kepada nabi sulaiman dia tidak mengucapkan salam malah langsung mengatakan kata kata yang tidak sopan “Kadzabta sulaiman kadzabta sulaiman, kamu bohong sulaiman, kamu bohong". Kata nabi Sulaiman "Ada apa wahai sahabatku?, saya tidak pernah bohong” kata nabi Sulaiman "Karena saya dianjurkan oleh alloh swt untuk tidak berbohong", “Kamu bilang sulaiman saya akan meninggal 3 hari lagi smentara sudah tiga minggu saya masih belum meninggal, saya tidak meninggal, kamu kadzaba sulaeman” kata sahabat tersebut. Kemudian nabiyaloh sulaeman bertanya dan berdoa kepada Alloh, lalu datanglah malaikat Jibril kemudian nabi Sulaiman menanyakan kepada malaikat Jibril "Ya Jibril, kenapa orang ini seharunya meninggal 3 hari lagi tapi ternyata sekarang sudah tiga minggu belum meninggal juga?", apa kata malaikat Jibril "ini orang karena rajin silaturahmi memang umurnya tidak panjang lagi tapi karena dia rajin silaturahmi maka umurnya dipanjangkan lagi jadi 30 tahun". Ini keberuntungan bagi orang orang yang melaksanakan silaturahmi, makanya dalam alquran “wattaqullohladzi tasaaluna bihi wal arham” bertaqwalah kalian kepada alloh dan jagalah silaturahim. 
 Kemudian yang ke dua – yang akan mengangkat derajat kita itu adalah “wa fuamal dzolaqoh “ kita harus bisa memaafkan kepada orang yang dzolim kepada kita, yang hianat kepada kita, bila perlu orang yang dolim kepada kita, orang yang hianat kepada kita yang hasud kepada kita, kita doakan supaya mereka mendapat barokah supaya mereka mendapat rezeki yang melimpah rezekinya lebih banyak daripada kita. Bukankah kita sering mendengarkan, begitu baginda rosululloh SAW dakwah ke toif bukan nya disambut malah dilempari dengan kotoran onta sampai berdarah kaki rosul sampai bercucuran darah dari giginya rosul, Ketika itu datanglah malaikat Jibril “Ya Muhammad seandainya kalo kamu benci kepada orang toif ini jabal uhud aku tumpahkan kepada mereka supaya mereka mampus semua". Tapi bagaimana jawaban rosul begitu mendengar kata kata Jibril “Jangan Jibril kita doakan saja allohumma fi kaumin fainnahum la ya’lamun, ya alloh berilah petunjuk kepada mereka seandainya mereka tahu bahwa kami utusan alloh disuruh oleh alloh perintah dari alloh mungkin mereka akan mengikutinya, karena mereka tidak tau berilah petunjuk kepada mereka. Itulah hebatnya akhlak rosul, meskipun dikhianati dilempari disakiti, bukannya dibalas, malah orang yang dolim yang hianat didoakan oleh baginda rosul. Makanya orang yang memaafkan orang yang dzolim yakin akan diangkat derajatnya oleh Alloh SWT. 
 Kemudian yang ke tiga yang akan diangkat derajat oleh alloh swt adalah “wa ‘ati man haroma” kita mampu memberikan makan kpada orang yang bahil orang yang pelit kepada kita kit kasih. Apalagi skearang sudah memasuki bulan muharom apalagikita mengasih kepada orang orang yang betul betul membutuhkan fakir miskin yatim piatu insyaalloh itu pekerjaan mulia yang akan mengangkat derajat kita didunia sampai akhirat. Bukankah alloh swt bahkan memberikan gambaran kepada kita “Arroaitaladzi yukadzibubidin, tahukah kamu orang yang mendustakan agama”. Dusta agama bukan tidak solat, dusta agama bukan tidak melaksanakan ibadah haji, dusta agama bukan berarti dia tidak melaksanakan tahajud, tapi dusta agama “Fadzalika ladzi yadu ulyatim, mereka menyianyiakan anak yatim", “Wa la yahudzu ala toamil miskin, dan mereka enggan memberimakan kepada orang orang miskin". Ini yang termasuk orang yang dusta agama menurut pandangan Alloh SWT . Mudah mudahan kita semua diberi kemudahan untukmelaksanakan ketiga hal tersebut supaya kita dapat dianggat derajatnya oleh Alloh SWT baik di dunia maupun diakhirat.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar