Alhamdulilah dalam kesempatan ini kita masih diberi Panjang umur oleh Alloh SWT,
semoga langkah kita masing masing menju tempat yang mulia ini mendapat ampunan
dan rido dari Alloh, mari kita sama sama meningkatkan ketaqwaan kita kepada
Alloh SWT, Ah intisanul awami wajtinabu nawahi ”mengikuti apa yang
diperintahkan alloh dan rosul nya menjauhi apa yang dilarag oleh Alloh dan
rosulnya". Dengan taqwa kita akan selamat duunya dan akherat, dengan taqwa yakin
kita akan dibahagaikan dunya dan kahirat, dan dengan taqwa alloh menjanjikan
dalam al-quran “aljannatu u I’dat lil muttaqo” surgA disediakan bagi orang orang
yang selalu taqwa kepada alloh swt. Ayat yang tadi merupakan satu ajakan kepada
kita, bahwasanya kita dianjurkan untuk melaksanakan perintah Alloh yaitu
silaturahim. Bahkan rosululloh memberikan gambaran kepada kita semua tiga hal
yang akan mengangkat derajat kita, yang pertama yang sesuai dengan alquran tadi
“wattaqulloha ladzi tasaaluna bihi wal arham” bertaqwalah kalian semua kepada
alloh dan jaga silaturahim.
Dengan silaturahim yakin kita pun akan diangkat
derajat oleh alloh swt sesuai dengan sabda baginda rosul yaitu
man ahaba ayuhsatulahu firizkihi wain sya atulahu fi umurihi
"barang siapa yang cinta silaturahim, maka Alloh akan mudahkan rizkinya dan
barang siapa yang rajin silaturahim maka alloh akan panjangkan umurnya”
Bukankankah kita mungkin pernah mendengarkan dari guru guru kita ustad ustad
kita bahwa ada seorang sahabat dijaman kanjeng Nabi Sulaeman a.s selama tiga
hari sahabat terebut selalu dikitui kucing kemana sahabat itu pergi maka kucing
itupun selalu mengikuti sahabat pergi ke kamar ikut, sahabat nabi sulaeman pergi
makan kucing pun ikut, sahabat nabi sulaeman tidur kucingpun ikut. Selama tiga
hari terus terusan dikejar kejar sama kucing. Hatinya bertanya tanya ada apa ini
saya selama tiga hari dikejar kejar kucing terus. Kemudian sahabat nabi sulaeman
datanglah kepada nabialloh Sulaeman a.s “ Assalamualaika ya nabiyalloh alaihi
salam", "Ada apa sahabat?" kata nabi sulaeman. “ Begini ya rosulalloh saya ini
selama tiga hari tiga malam selalu dikejar kejar kucing kamana saya pergi kucing
oun selalu ikut” apa kata nabi sulaeman “Oh berarti kamu umur tinggal 3 hari
lagi" , kalo kata orang sekarang mungkin nabi Sulaeman itu punya indra ke 6.
Begitu mendengarkan kata nabi sulaeman umurnya tinggal tiga harilagi, maka
sahabat nabi Sulaeman pulanglah ke rumahnya, bahkan dalam kitab Qisosul Anbiya
dijelaskan sohabat nabi Sulaeman itu silaturahminya itu tujuh qoriyah setiap
kampung setipa orang yang bertemu dengannya selalu biasa silaturahim karena
sudah sadar dia akan meninggal 3 hari lagi. Setelah tiga hari dia masuk ke rumah
lalu dia mentalqinkan diri sendiri bahwa dirinya akan meninggal hari itu
“lailahaillaloh sulaeman rosululloh lailallahaillaloh” ternyata sehari dua hari
tiga hari sampai satu minggu dia tidak meninggal akhirnya singkatnya dia dating
kepada nabi sulaeman alaihi salam, kalo pertama kali dating dia mengucapkan
salam, kali ini saking kesalnya dan jengkel kepada nabi sulaiman dia tidak
mengucapkan salam malah langsung mengatakan kata kata yang tidak sopan “Kadzabta sulaiman kadzabta sulaiman, kamu bohong sulaiman, kamu bohong". Kata nabi Sulaiman "Ada apa wahai
sahabatku?, saya tidak pernah bohong” kata nabi Sulaiman "Karena saya dianjurkan
oleh alloh swt untuk tidak berbohong", “Kamu bilang sulaiman saya akan meninggal
3 hari lagi smentara sudah tiga minggu saya masih belum meninggal, saya tidak
meninggal, kamu kadzaba sulaeman” kata sahabat tersebut. Kemudian nabiyaloh
sulaeman bertanya dan berdoa kepada Alloh, lalu datanglah malaikat Jibril
kemudian nabi Sulaiman menanyakan kepada malaikat Jibril "Ya Jibril, kenapa
orang ini seharunya meninggal 3 hari lagi tapi ternyata sekarang sudah tiga
minggu belum meninggal juga?", apa kata malaikat Jibril "ini orang karena rajin
silaturahmi memang umurnya tidak panjang lagi tapi karena dia rajin silaturahmi
maka umurnya dipanjangkan lagi jadi 30 tahun". Ini keberuntungan bagi orang
orang yang melaksanakan silaturahmi, makanya dalam alquran “wattaqullohladzi
tasaaluna bihi wal arham” bertaqwalah kalian kepada alloh dan jagalah
silaturahim.
Kemudian yang ke dua – yang akan mengangkat derajat kita itu adalah
“wa fuamal dzolaqoh “ kita harus bisa memaafkan kepada orang yang dzolim kepada
kita, yang hianat kepada kita, bila perlu orang yang dolim kepada kita, orang
yang hianat kepada kita yang hasud kepada kita, kita doakan supaya mereka
mendapat barokah supaya mereka mendapat rezeki yang melimpah rezekinya lebih
banyak daripada kita. Bukankah kita sering mendengarkan, begitu baginda
rosululloh SAW dakwah ke toif bukan nya disambut malah dilempari dengan kotoran
onta sampai berdarah kaki rosul sampai bercucuran darah dari giginya rosul,
Ketika itu datanglah malaikat Jibril “Ya Muhammad seandainya kalo kamu benci
kepada orang toif ini jabal uhud aku tumpahkan kepada mereka supaya mereka
mampus semua". Tapi bagaimana jawaban rosul begitu mendengar kata kata Jibril
“Jangan Jibril kita doakan saja
allohumma fi kaumin fainnahum la ya’lamun, ya alloh berilah petunjuk
kepada mereka seandainya mereka tahu bahwa kami utusan alloh disuruh oleh alloh
perintah dari alloh mungkin mereka akan mengikutinya, karena mereka tidak tau
berilah petunjuk kepada mereka. Itulah hebatnya akhlak rosul, meskipun
dikhianati dilempari disakiti, bukannya dibalas, malah orang yang dolim yang
hianat didoakan oleh baginda rosul. Makanya orang yang memaafkan orang yang
dzolim yakin akan diangkat derajatnya oleh Alloh SWT.
Kemudian yang ke tiga yang
akan diangkat derajat oleh alloh swt adalah “wa ‘ati man haroma” kita mampu
memberikan makan kpada orang yang bahil orang yang pelit kepada kita kit kasih.
Apalagi skearang sudah memasuki bulan muharom apalagikita mengasih kepada orang
orang yang betul betul membutuhkan fakir miskin yatim piatu insyaalloh itu
pekerjaan mulia yang akan mengangkat derajat kita didunia sampai akhirat.
Bukankah alloh swt bahkan memberikan gambaran kepada kita “Arroaitaladzi yukadzibubidin, tahukah kamu orang yang mendustakan agama”. Dusta agama bukan tidak solat,
dusta agama bukan tidak melaksanakan ibadah haji, dusta agama bukan berarti dia
tidak melaksanakan tahajud, tapi dusta agama “Fadzalika ladzi yadu ulyatim, mereka menyianyiakan anak yatim", “Wa la yahudzu ala toamil miskin,
dan mereka enggan memberimakan kepada orang orang miskin". Ini yang termasuk
orang yang dusta agama menurut pandangan Alloh SWT . Mudah mudahan kita semua
diberi kemudahan untukmelaksanakan ketiga hal tersebut supaya kita dapat
dianggat derajatnya oleh Alloh SWT baik di dunia maupun diakhirat.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar